BRMP Rawa Siapkan Calon Penangkar Benih Padi di Sambas
Sambas – Petani di Desa Sungai Kelambu, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, mendapat peluang lebih besar untuk menjadi produsen benih padi bermutu. Melalui survei sosial ekonomi yang dilaksanakan Balai Perakitan dan Pengujian Pertanian Lahan Rawa di Koperasi Produsen Sungai Kelambu Sejahtera, Kamis (30/7), untuk memetakan potensi sekaligus kebutuhan petani sebagai langkah awal membangun sentra penangkar benih padi rawa di Kalimantan Barat.
Survei yang berlangsung di lokasi Koperasi Produsen Sungai Kelambu Sejahtera itu diikuti lebih dari 20 petani, terdiri atas penangkar benih dan calon penangkar. Kegiatan tersebut juga melibatkan Kepala Desa Sungai Kelambu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Pengawas Benih Tanaman (PBT) Kabupaten Sambas sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat kelembagaan petani.
Tim BRMP Rawa menjelaskan bahwa setiap program pengembangan pertanian harus dibangun berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Karena itu, survei dilakukan untuk mengenali potensi, tantangan, dan kebutuhan petani agar pembinaan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi petani.
"Kami ingin memastikan petani memperoleh pendampingan yang tepat. Dengan memahami kondisi sosial ekonomi, akses permodalan, ketersediaan sarana produksi, hingga kelembagaan yang dimiliki petani, program pengembangan penangkar benih dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan," jelasnya.
Melalui survei tersebut, tim BRMP Rawa mengumpulkan informasi mengenai karakteristik petani, pengalaman usaha tani, luas dan status kepemilikan lahan, pendapatan, akses terhadap benih sumber, hingga peran kelompok tani dan koperasi dalam mendukung usaha perbenihan. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas petani calon penangkar.
Bagi petani, menjadi penangkar benih bukan hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Kehadiran penangkar lokal akan memudahkan petani memperoleh benih bermutu tepat waktu, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, sekaligus memperkuat ketahanan sistem perbenihan di Kalimantan Barat.
Usai pelaksanaan survei, tim BRMP Rawa bersama petani melakukan peninjauan lapangan serta analisis tanah pada calon lokasi pengembangan varietas padi rawa Inpara 2 seluas sekitar 5 hektar. Analisis ini menjadi tahapan penting untuk memastikan kesesuaian lahan sehingga benih yang dihasilkan memiliki mutu tinggi dan mampu beradaptasi dengan karakteristik lahan di Kabupaten Sambas.
Pengembangan kawasan tersebut diharapkan menjadi sentra perbenihan padi rawa yang mampu memenuhi kebutuhan benih di tingkat lokal sekaligus mendukung implementasi pertanian modern di Kalimantan Barat.